Example floating
Example floating
Kasuistik

Top Markotop, Bupati “Rangkul” 3 NGO

0
×

Top Markotop, Bupati “Rangkul” 3 NGO

Sebarkan artikel ini

JOMBANG, KORAN-K.COM   –   Memasuki lembar awal 2025, tercatat, satu prestasi politis berhasil digores oleh orang nomer satu di Pemkab Jombang.

Bahkan prestasi itu terbilang top markotop, kata pegiat LSM, karena sejatinya yang dilakukan bupati adalah sebentuk kesanggupan untuk meminimalisir potensi konflik yang mungkin muncul.

“Yo iku pinter-pinter e bupati ae, “sorot pegiat LSM dengan nada datar, Rabu (19/3) 2025).

Prestasi top markotop yang dimaksud itu adalah soal penerbitan Surat Keputusan (SK) Bupati Jombang pada tanggal 14 Februari 2025.

Bukan SK-nya yang jadi masalah, tutur pegiat LSM, tapi keterlibatan 3 NGO (Non Goverment Organisation) sebagai anggota tim pengawas parkir Pemkab Jombang yang cukup menggelitik.

Sebab, tegasnya, kerja NGO harusnya berada diluar sistem dan bukan malah masuk struktur sebagaimana yang muncul pada SK bupati.

Untuk beberapa alasan, sambungnya, masuknya 3 NGO ke dalam struktur pengawas parkir Pemkab dikhawatirkan akan memandulkan daya kritis mereka.

“Meski kondisi sebaliknya bisa saja terjadi. Artinya, dengan NGO masuk ke sistem, bisa saja sistem pengawasan malah berjalan efektif. Tapi apa iya? “gumamnya.

Apalagi masuknya NGO ke dalam sistem struktur pengawasan itu ternyata mendapatkan honorarium. Hanya, berapa besarnya, itu belum terkuak.

“Tidak ada gaji, tapi hanya honorarium per tiga bulan sekali, “tegas anggota tim pengawas parkir Pemkab Jombang melalui sambungan seluler, Rabu (19/3/2025).

Pada akhirnya, tegas Pegiat LSM, masuknya 3 NGO ke dalam struktur pengawas parkir Pemkab memang tidak ada aturan yang dilanggar.

“Tapi ini lebih ke soal etika. Yakni NGO sebaiknya diluar sistem dan menjadi mitra, dan bukan menjadi bagian dari sistem, “sorotnya.

Dalam kaitan ini, tuturnya, NGO seharusnya bisa menolak dan tetap berada diluar sebagai mitra. “Tapi harus diakui, kinerja Bupati memang top markotop, “selorohnya sedikit berbumbu senyum kecil.

Namun, jangan keliru, prestasi top markotop itu bukanlah milik Bupati Warsubi, tetapi merupakan buah kerja Pj Bupati Narutomo. Apa tanggapan 3 NGO? (din)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *