JOMBANG, KORAN-K.COM – Dilansir dari RadarJombang.id, saat ini, Pasar Mojotrisno, Kecamatan Mojoagung Jombang, terkondisi rusak berat.
Nampak diberbagai sudut pasar, material bangunan sudah terkondisi lapuk bahkan tak layak huni.
Para pedagang Pasar Mojotrisno Jombang juga sudah lama mengeluhkan kondisi bangunan yang tak kunjung direhab.
”Bangunannya sudah sejak dulu rusak berat, banyak atap-atap kios yang lapuk, bahkan ambruk,” kata Suradi salah seorang pedagang.
Menurutnya, tidak sedikit pedagang mengeluarkan uang pribadi untuk mengganti atap kios yang lapuk dengan seng.
Beberapa bangunan lainnya juga disangga dengan bambu. ”Ini sudah bertahun-tahun seperti ini,” bebernya.
Untungnya, lanjut Suradi, tahun ini pemerintah berencana merehab pasar. Sudah ada pertemuan, melibatkan perwakilan pedagang.
”Tahun ini mau diperbaiki, tetapi kemarin kabarnya hanya di depan (ruko) saja. Untuk di sini belum, baru tahun depan,” tutur Suradi.
Data dihimpun, Pasar Mojotrino sebelumnya dibangun pihak ketiga.
Berdasar SK Kemendagri nomor 644.135-1165 tentang pengesahan keputusan bupati kepala daerah tingkat II Jombang nomor 10 tahun 1997 tanggal 10 April 1997 tentang pelaksanaan kontrak bagi tempat usaha dalam pembangunan ruko dan kios pasar di Desa Mojotrisno, Kecamatan Mojoagung.
Salah satu isinya menyebutkan, pemkab menjalin kerja sama dengan PT Cumpok Indah Lestari.
Perusahaan itu membangun ruko beserta kios serta sarana penunjang di lahan seluas 8.050 meter persegi.
Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang Suwignyo melalui Kabid Sarana Perdagangan dan Barang Pokok Penting Yustinus Harrie Eko Prasetijo tak menampik kondisi bangunan Pasar Mojotrisno rusak berat.
Tahun ini pihaknya berencana merehab bangunan pasar. ”Khusus Mojotrisno kami utamakan tahun ini, karena di sana atapnya sudah hancur semua,” ujar Harris.
Merujuk data sirup LKPP, Pasar Mojotrisno dialokasikan sebesar Rp 1.290.500.000 dari APBD 2025. Proyek rehab akan dilaksanakan dengan metode e-Purchasing. (red)













