Example floating
Example floating
Kasuistik

Masuk 2025, Dinas SDABM Pemkot Surabaya Kepras Harga Glangsing

0
×

Masuk 2025, Dinas SDABM Pemkot Surabaya Kepras Harga Glangsing

Sebarkan artikel ini
Tampilan Katalog Galngsing CV Hadi Putra Jaya Yang Memenangkan Satu Paket DSDABM Pemkot Surabaya Tahun 2024. Glangsing Dibandrol Rp 3.000 dan Terjadi Kontrak Diangka Rp 1.887. (Gambar: Etalase Katalog LKPP)

SURABAYA, KORAN-K.com   –   Angka pengeprasan memang tidak banyak. Hanya turun 2 rupiah dari harga terendah di tahun 2024, dan turun Rp 52 rupiah dari harga tertinggi di tahun yang sama.

Pada tahun anggaran 2024, DSDABM Pemkot Surabaya tercatat mematok harga glangsing 25 kg di 3 angka berbeda. Yakni terendah Rp 1.887, kemudian Rp 1.925, dan tertinggi jatuh diangka Rp 1.937.

Sedang memasuki kalender anggaran 2025, DSDABM Pemkot Surabaya tercatat mematok harga glangsing 25 kg diangka Rp 1.885 per glangsing. Namun, itu baru transaksi awal.

Sebab, merujuk data sirup LKPP 2025, DSDABM Pemkot Surabaya diketahui telah menetapkan 3 paket pengadaan glangsing 25 kg dengan metode pemilihan penyedia secara epurchasing katalog.

Antaralain glangsing 25 kg paket 1, kode RUP 54335863, dengan pagu Rp 2.806.895.491, kemudian glangsing 25 kg paket 2, kode RUP 54335864, pagu Rp 935.631.174, serta glangsing 25 kg, kode RUP 57598761, senilai pagu Rp 1.608.626.550.

Dari ketiga paket, belanja glangsing paket 1 tercatat sudah dilaksanakan dengan nilai kontrak Rp 2.688.733.840. Paket ini dimenangkan CV Mega Lestari Plasindo dengan jumlah glangsing sebanyak 1.426.384, serta harga satuan glangsing Rp 1.885.

Sementara untuk pengadaan glangsing 25 kg paket 2 senilai pagu Rp 935.631.174 dan pengadaan glangsing 25 kg senilai pagu Rp 1.608.626.550, hingga berita ini ditulis, Rabu (7/5/2025), data katalog menyebut belum ada transaksi.

Berdasarkan data yang muncul, harga glangsing 25 kg tahun 2025 yang dipatok diangka Rp 1.885, merupakan yang terendah dalam 3 tahun terakhir. Sebab, pada 2023, harga glangsing 25 kg sempat tembus Rp 1.998 per unit.

Juga, harga tersebut merupakan yang terendah yang dipatok CV Mega Lestari Plasindo dari tahun sebelumnya yakni Rp 1.945 di tahun 2023, serta Rp 1.937 dan Rp 1.925 di tahun 2024.

Munculnya harga berbeda untuk satuan glangsing dalam tahun berjalan dinilai tidak lazim oleh pegiat LSM, karena hal tersebut tidak seharusnya terjadi kecuali harga pasar mengalami fluktuasi global.

“PPK seperti tidak mengantongi acuan harga baku yang diperoleh berdasarkan hasil survey. Masak harga satu produk bisa berubah-ubah dalam satu tahun anggaran? Padahal selisih satu rupiah berarti kerugian negara, “sorotnya.

Tidak hanya itu, tegas pegiat LSM, keputusan PPK mematok harga satuan glangsing sebesar Rp 1.885 di tahun 2025 juga mengundang misteri karena saat ini harga pasar bertengger diangka Rp 1.300 per unit. (din)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *