SURABAYA, KORAN-K.com – Perasaan tidak nyaman seketika muncul saat melintasi jalan aspal di sepanjang ruas Jalan Karah dan Jalan Bibis Karah kilometer rolak Gunungsari hingga tol Karah.
Ruas jalan yang terletak di Kelurahan Karah Kecamatan Jambangan ini tampilannya sudah terbilang tidak baik-baik saja. Nampak, disana-sini bertebaran area tambal aspal.
Bahkan untuk ruas yang tidak tersentuh perbaikan pun tidak ada kenyamanan bagi pengendara. Pada area ini, laju motor terasa bergoyang oleh permukaan aspal yang tidak lagi presisi.
Yang paling mengerikan, pada sebagian ruas aspal, terutama di bagian tengah jalan, muncul beberapa garis memanjang yang ternyata itu adalah potret aspal ambles.
“Padahal belum setahun dibangun, “ketus seorang warga yang ditemui KORAN-K.com di warkop Jalan Karah, Selasa (29/4/2025) siang.
Ia mengaku tidak tahu persis apa penyebab jalan aspal berujung rusak dan ambles. Ia pun menduga kuat, pemicunya adalah faktor pemadatan yang tidak maksimal.
Hingga berita ini ditulis, Rabu (30/4), konfirmasi dari Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Pemkot Surabaya belum berhasil dikantongi.
Termasuk, besaran anggaran proyek juga belum diketahui. Sebab, pada 2024, muncul 2 proyek di jalan Bibis Karah. Yakni proyek tender senilai pagu Rp 5,7 milyar, dan proyek katalog senilai pagu Rp 519 juta.
Menyikapi jalan rusak dan ambles padahal usia bangunan belum setahun, seorang pegiat LSM melempar tudingan bahwa kasus tersebut lebih dipicu oleh apa yang disebut dengan gagal konstruksi.
Merujuk pasal 31 Peraturan Pemerintah Nomer 29 Tahun 2000 tentang penyelenggaraan jasa konstruksi, tegasnya, kasus aspal ambles terjadi diduga karena ada spesifikasi tehnis yang tidak dipenuhi.
Dan itu, tuturnya, bisa karena bahan material yang digunakan berkualitas rendah, juga ada kemungkinan terjadi pengurangan volume, atau karena faktor kecakapan tenaga kerja dan alat pendukung yang dibawah standar.
“Saya pikir kita tidak perlu berspekulasi soal penyebabnya. Satu-satunya jalan ya APH (Aparat Penegak Hukum) harus turun dan melakukan penyelidikan. Sebab, aspek kerugian negara cukup kasat mata, “tegasnya.
Lalu apa tanggapan DSDABM Pemkot Surabaya soal aspal ambles? Berapa anggaran proyek? Juga, bagaimana APH menyikapi dugaan kerugian negara yang cukup kasat mata ini? Ikuti terus berita KORAN-K.com. (din)













