JOMBANG, KORAN-K.com – Lantas, benarkah kegiatan rapat yang diduga melibatkan 200 peserta itu disediakan mamin dengan tarif tertinggi? Terhadap hal ini, pihak Disnaker Jombang belum memberikan penjelasan.
Pertanyaan ini penting dikemukakan, tegas Pentolan LSM Jombang, sebab jika yang disediakan ternyata bukan mamin tarif tertinggi, maka jumlah peserta rapat dipastikan membengkak dan itu bisa mengulik keabsahan paket.
Untuk memastikan mamin rapat senilai kontrak Rp 65.550.000 disediakan menu tarif tertinggi atau bukan, KORAN-K.com berupaya mendapatkan konfirmasi dari pihak catering (penyedia) yang di-klik Disnaker Jombang pada katalog 2023.
Ditemui dikediamannya dikawasan Jambon pada Rabu sore (15/5), pemilik catering tidak membantah telah menerima order dari Disnaker Jombang. Hanya saja, ia mengaku lupa menu mamin yang dipesan.
“Soalnya bukan hanya Disnaker saja yang saya layani, tetapi banyak OPD di Pemda. Dan itu tidak pernah saya bukukan. Apalagi sudah satu tahun yang lalu. Lha wong order minggu kemarin saja tidak mesti tercatat, “paparnya.
Lalu berapa tarif nasi kotak yang dijual ke Pemkab? “Tahun ini (2024) saya jual Rp 24 ribu (per kotak), soalnya harga bahan sudah naik semua. Kalau tahun kemarin maksimal Rp 22 ribu, tapi ada juga yang Rp 21 ribu, “jelasnya.
Selain nasi kotak, apa juga melayani kue kotak? Terhadap pertanyaan ini, pemilik catering hanya mengangguk tanpa muncul keterangan. Tarif kue kotak pun tidak disebut. Ia lebih banyak bicara soal nasi kotak.
Dari pengakuan itu, Pentolan LSM Jombang menyebut, ada dugaan kuat terjadi permainan harga pada kontrak mamin Rp 65.550.000. “Dengan pengenaan pajak 14 persen, seharusnya nasi kotak dibeli seharga Rp 25.800 per kotak, dan bukan Rp 22 ribu per kotak, “tandasnya.
Jika benar nasi kotak dibandrol Rp 22 ribu, lanjutnya, berarti kuat dugaan paket mamin menggunakan tarif tertinggi yaitu Rp 30 ribu per kotak. Sayangnya hal ini belum terkonfimasi karena Plt Kepala Disnaker Jombang masih memilih bungkam.
Sementara itu, penyedia yang memenangkan paket mamin ketahanan tubuh senilai kontrak Rp 50.240.000, belum berhasil dikonfirmasi. Saat KORAN-K.com mendatangi lokasi usaha dikawasan Kwijenan, Jelakombo, pemilik catering disebut sedang tidak dirumah.
“(Pemilik catering) sedang mengikuti pelatihan di Surabaya. Rencananya besok baru pulang. Silahkan tinggalkan nomer telepon, biar nanti dihubungi kalau (pemilik catering) sudah pulang, “ujar wanita tua yang mengaku pensiunan ASN Pemkab Jombang.
Apa benar catering ini telah melayani mamin ketahanan Disnaker Jombang tahun 2023 senilai kontrak Rp 50.240.000? Jika benar, menu apa yang dipesan? “Saya mohon maaf tidak berani ngomong, takut salah, “tegas wanita pensiunan itu.
Hingga berita ini ditulis, nomer telepon yang ditinggalkan KORAN-K.com tidak pernah dikontak pemilik catering yang beralamat di Kwijenan itu. Sehingga menu apa yang dipesan serta berapa tarifnya, belum diketahui. (din)













