Example floating
Example floating
Kasuistik

Keren, Saluran Irigasi Dibangun Model “Gantung”

0
×

Keren, Saluran Irigasi Dibangun Model “Gantung”

Sebarkan artikel ini
Batu Pondasi Nampak Terkondisi Tanpa Pelapis Semen, Padahal Usia Bangunan Belum Genap Setahun. (Foto: koran-k.com)

JOMBANG, KORAN-K.com   –   Setidaknya, kata pegiat LSM, alokasi anggaran untuk bahan material bisa dihemat sekian rupiah, dan itu bentuk penghematan yang cukup taktis juga cerdas.

Hanya masalahnya, sambungnya, dikemanakan uang hasil pangkas bahan material tersebut. Jika tidak dikembalikan ke kas negara, tegasnya, maka hal tersebut dipastikan menyimpang dan nyerempet dugaan tindak korupsi.

Juga, dengan gaya bangunan model gantung seperti itu, sambung pegiat LSM, seorang ketua HIPPA/P3A sebagai penanggungjawab proyek harus bisa memastikan bahwa konstruksi bangunan sudah kuat sesuai standar mutu yang dipatok.

Sayangnya, hingga berita ini ditulis, Jumat (13/6/2025), konfirmasi dari Ketua HIPPA/P3A salah satu desa di Jombang yang menangani proyek tersebut belum berhasil dikantongi.

Sebagaimana data dihimpun, pada 2024 lalu, tepatnya sekitar bulan November, satu proyek saluran irigasi telah selesai dikerjakan oleh salah satu HIPPA/P3A salah satu desa di Kabupaten Jombang.

Proyek tersebut bertajuk program percepatan peningkatan tata guna air irigasi (P3TGAI) senilai kontrak Rp 195 juta, dengan sumber anggaran APBN Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas.

Keterangan pada papan proyek menegaskan bahwa kegiatan pembangunan dimulai pada November 2024 dengan durasi waktu pelaksanaan 60 hari.

Dengan demikian, pada hari ini, proyek tersebut belum genap berumur setahun atau tepatnya usia bangunan masih sekitar 7 bulan.

Namun demikian, kondisi lapangan mengabarkan sejumlah hal yang mengarah pada kondisi bahwa bangunan tidak layak disebut baru.

Salah satu yang paling mencolok adalah, pondasi saluran irigasi nampak tidak sempurna. Tidak ada lapis penutup, sehingga batu pondasi nampak bermunculan seperti gigi bajing.

Kondisi tersebut, kata pegiat LSM, nampak membuat bangunan seperti model gantung. Yakni konstruksi saluran hanya dibangun di bagian atas, sedang bagian bawah dibiarkan telanjang.

“Maka pertanyaannya, apakah model bangunan memang dibuat seperti itu? Jika iya, silahkan Ketua HIPPA/P3A menunjukkan gambar proyek, biar semua dugaan terbantahkan, “tegasnya.

Sebab, tuturnya, model bangunan seperti itu dipastikan jauh dari kata lazim. Secara umum, tegasnya, bangunan seperti itu cukup meragukan untuk disebut kuat dan layak secara konstruksi.

Lalu, apa penjelasan Ketua HIPPA/P3A soal kondisi tersebut? Juga, di desa manakah proyek tersebut berada? Ikuti terus beritanya hanya di KORAN-K.com. (red01)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *