Example floating
Example floating
Kasuistik

Proyek Minimarket RSUD Ploso Diliputi Kejanggalan Menjurus Bodong

0
×

Proyek Minimarket RSUD Ploso Diliputi Kejanggalan Menjurus Bodong

Sebarkan artikel ini
Bangunan Minimarket Terkesan Menempel Pada Konstruksi Gedung Rumah Sakit. (Foto: Koran-K.com)

JOMBANG   –   Kejanggalan itu, yang pertama, kata pegiat LSM, adalah karena saat ini bangunan minimarket RSUD Ploso sudah berdiri, bahkan diduga sudah sejak tahun lalu.

Dugaan itu, tuturnya, ia tangkap dari seorang sumber yang mengantarkan istri bersalin di RSUD Ploso dan sempat melakukan belanja di minimarket tersebut, pada 2025 lalu.

Padahal hingga saat ini (pekan ketiga April), tegasnya, proyek 2026 yang dipagu sebesar Rp 150 juta dan dilaksanakan secara Pengadaan Langsung itu tercatat belum ada kontrak pemenang.

Merujuk data non tender LPSE Jombang 2026, sambungnya, kontrak hanya terjadi pada paket perencanaan senilai pagu Rp 10 juta dengan kontrak Rp 9.336.210 yang dimenangkan CV Kurnia Mandarin, sedang paket fisik belum ada kontrak.

Lantas siapa kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut dan berapa nilai kontraknya? “Saya bisa bilang proyek ini cukup misterius. Sebab, tidak ada kontrak tapi bangunan sudah berdiri, “timpalnya.

Bagaimana dengan kemungkinan minimarket sudah berdiri sejak tahun lalu? “Jika benar minimarket sudah berdiri sejak tahun lalu, itu malah jadi kejanggalan yang berikutnya, “ujarnya.

Sebab dari 126 paket kontraktual RSUD Ploso yang muncul pada sirup (sistem informasi rencana umum pengadaan) LKPP 2025, sambungnya, tidak satu pun ditemukan ada paket fisik pembangunan minimarket.

Dengan demikian, berdasarkan data sirup, satu-satunya cantolan proyek minimarket adalah paket 2026 yang sampai hari ini belum ada kontrak pemenang. “Maka, beridirinya minimarket RSUD Ploso bisa dibilang bodong dan nyrempet pidana, “tegasnya.

Yang tak kalah menarik, lanjutnya, serapan nilai proyek yang sampai saat ini masih misterius itu, juga penting untuk dicermati. Sebab, dari pagu yang dipatok yaitu Rp 150 juta, angka itu diduga terlalu mahal.

Berdasarkan pengamatan lapangan, tuturnya, bangunan minimarket RSUD Ploso yang terkesan menempel pada konstruksi gedung rumah sakit itu diperkirakan tidak menelan biaya sebesar itu.

Hanya berapa persisnya, sampai berita ini ditulis, Sabtu (18/4/2026), humas RSUD Ploso yang dikonfirmasi pada Rabu lalu belum melempar jawaban. “Karena angka kontrak tidak muncul, maka besaran nilai proyek rawan dimainkan, “sorotnya. (din)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *