JOMBANG, KORAN-K.com – “Kalau bapak berani, saya pastikan saya lebih berani, “ujar seorang Sumber di gedung Pemkab menirukan kalimat Sekdakab Jombang Agus Purnomo kepada Pj Bupati Jombang Dr Drs Teguh Narutomo MM, dalam satu diskusi kecil diruang tertutup.
“Makanya waktu pembukaan gembok ruko untuk MPP, terlihat Sekda sendiri yang langsung turun memimpin ke lokasi, “tegasnya. Rupanya, diskusi kecil yang dimaksud Sumber adalah soal pembicaraan Sekda dan Pj Bupati Narutomo terkait penyelesaian kasus ruko simpang tiga.
Ditemui diruang kerjanya, Selasa (13/8/2024), Sekdakab Jombang Agus Purnomo hanya melempar senyum tipis saat disinggung soal percakapannya dengan Pj Bupati Teguh Narutomo diruang tertutup. Ia tidak membantah atau mengiyakan.
“Sengaja saya turun ke lokasi untuk memimpin langsung pembukaan gembok ruko. Pak Pj (Teguh Narutomo) itu orangnya tegas. Jadi saya tidak ada sedikitpun keraguan untuk mengambil tindakan serupa, “tegas Sekda sedikit merendah.
Tidak mau dianggap melampaui kewenangan pimpinan, Sekda pun memilih kalimat diplomatis dengan mengatakan bahwa sikapnya sangat bergantung pada sikap pimpinan. “Kalau pimpinan kenceng, ya saya pasti lebih kenceng, “tandasnya.
Sekda menegaskan bahwa sikap Pemkab soal penyelesaian ruko simpang tiga sudah bulat dan final. Yakni menjadikan komplek ruko sebagai Mall Pelayanan Publik (MPP) yang dipadu dengan taman kota.
“Kalau pertanyaannya kenapa gedung MPP diposisikan disisi barat komplek ruko? ya karena sisi timur akan dibongkar dan dijadikan taman. Sebab sisi timur ruko memiliki fungsi estetika dan sekaligus sebagai perwajahan kota, “terangnya.
Dan itu, tutur Sekda, sudah ada gambar yang pembangunannya akan direalisasi pada tahun anggaran 2026. “Sikap bulat dan final yang dimaksud itu ya Pemkab akan komit dan serius melaksanakan tahapan rencana tanpa sedikitpun ada keraguan, “pungkasnya.
Nampaknya, kolaborasi antara Sekdakab Agus Purnomo dan Pj Bupati Teguh Narutomo bakal menjadi duet maut yang akan membuyarkan mimpi para “penyerobot” aset. Sebab, ketegasan sikap sudah muncul dalam bentuk perintah pengosongan ruko.
Diketahui, Pj Bupati Jombang Teguh Narutomo sudah menekan surat pengosongan ruko simpang tiga dengan deadline hari Senin (19/8) pukul 10.00 WIB. Diperoleh informasi, Pj Narutomo bakal menabrak siapapun yang mencoba menghalangi kegiatan penutupan ruko.
“Ini bukan hanya soal keberanian, tapi juga soal kecerdasan. Pemkab memang seharusnya melakukan itu dan bahkan seharusnya dilakukan sejak dulu. Sebab, paling banter resikonya ya digugat penghuni. Dan Pemkab cukup modal untuk tarung di meja hijau, “ujar Pentolan Aliansi LSM Jombang.
Apapun itu, tegasnya, sikap Pemkab melalui Pj Narutomo dan Sekdakab sudah terbilang sangat tepat. Dan ini patut diacungi jempol. Sebab, selain demi menjaga marwah dan kewibawaan negara, langkah tegas penutupan ruko berarti membuyarkan segala konflik horisontal yang sudah berlangsung menaun.
“Begitulah seharusnya sikap seorang pemimpin. Yakni paham akan kalkulasi dan kehendak publik. Dan itu akhirnya muncul pada duet maut Pj Bupati Teguh Narutomo dan Sekdakab Agus Purnomo, setalah sekian waktu publik menunggu sosok pemimpin yang tegas, “tandanya. (din)













