Example floating
Example floating
Kasuistik

Proyek Jembatan Bailey 2,6 Milyar Bak Beli Kucing Dalam Karung

0
×

Proyek Jembatan Bailey 2,6 Milyar Bak Beli Kucing Dalam Karung

Sebarkan artikel ini
Produk Tayang Katalog "Jembatan Sementara" Milik Buminata Konstruksi. Gambar: Dokumen Katalog.

JOMBANG   –   Dugaan ini, kata pegiat LSM berinisial ST, dipicu beberapa aspek. Salah satunya, pemenang paket yaitu CV Buminata Konstruksi, tidak menyebut secara jelas spesifikasi bahan dan volume jembatan Bailey. Sehingga kontrak senilai Rp 2,6 milyar hanya berlaku untuk bailey atau sekalian pekerjaan sipil, itu tidak jelas.

Berdasarkan data tayang katalog CV Buminata Konstruksi, dikatehui ada 4 produk yang berkaitan dengan jembatan. Dari 4 itu, diduga yang dimaksud jembatan bailey adalah “jembatan sementara” yang dibandrol Rp 16.650.000 lumpsum (alias tanpa satuan ukur).

Sementara, 3 produk yang lain, yaitu “pemasangan jembatan rangka baja yang disediakan pengguna jasa” dengan bandrol Rp 166.500.000, kemudian “penyediaan struktur jembatan rangka baja standar panjang 40 meter” dengan bandrol Rp 1-1 milyar, serta “1 Kg pabrikasi dan ereksi baja profil” dengan bandrol Rp 11.100, cendrung tidak bisa disebut jembatan bailey.

Sebab, kata ST, pada deskripsi 3 produk tidak dijelaskan soal ciri khas utama jembatan bailey yaitu bercorak modular dan portable, dan tentu saja pabrikan. Sementara pada “jembatan sementara”, muncul asumsi jembatan bisa dipindah tempat, dan itu identik dengan ciri khas jembatan bailey.

Pertanyaannya, benarkah proyek pembangunan jembatan bailey desa Kudubanjar senilai kontrak Rp 2,6 milyar mengarah pada “jembatan sementara”? Jika benar itu yang dimaksud, kenapa spek dan volume jembatan tidak disebut? Bahkan jika benar itu yang dimaksud, seharusnya pertanyaan menduga-duga tidak boleh lagi muncul.

“Kalau masih muncul pertanyaan produk mana yang dimaksud bailey, itu bukan katalog namanya. Karena katalog itu harus selesai dilapak tayang dalam arti produk tayang harus menjelaskan semuanya. Lha kalau seperti ini kan sama saja beli kucing dalam karung, “ujarnya dibumbui gestur geleng kepala.

Ia lantas membandingkan dengan produk tayang katalog milik kompetitor lain. Sebut saja misalnya jembatan bailey milik Artama Anugrah Kontruksi yang dibandrol Rp 1.880.833.813. Pada deskripsi produk, jembatan ini disebut memiliki panjang bentang 30 meter, panjang tiap plat lantai 3 meter dan lebar antar pusat rangka panel terdalam 4,64 meter.

Lebar bersih lantai 4,20 meter. Tinggi rangka panel utama 2.134 meter. Material komponen panel utama adalah JIS G3106 SM540 ASTM A572 Gr.60 atau setara. Material komponen transom JIS G3106 SM490YB ASTM A572 Gr.50 atau setara. Material komponen sekunder ASTM A36 atau JIS G3101 Gr SS400.

Sambungan panel adalah Gr. 30 CrMnTi atau JIS G5043 Gr. SCM440 atau material lain yang memiliki kuat tarik minimal 1200 MPa. Sambungan Pin diluar Pin panel adalah JIS G4051 Gr. 545C. Baut berbahan Gr. 8.8 menurut EN 20898/DIN 6914 (setara ASTM F3125M Gr. A325M). Serta sistem lantai orthotropic deck checkered plate.

Selanjutnya jembatan bailey milik Graha Permata Hamra. Pada lapak katalog, bailey ini dibandrol Rp 139.527 per kilogram atau dimensi panjang 3.600 cm, lebar 505 cm, serta tinggi 213 cm. Detail tehnisnya adalah panjang bentang 36 meter. Panjang tiap plat lantai 3 meter, dan lebar antar pusat panel terdalam 4050 mm.

Lebar bersih lantai :4325 mm, tinggi rangka panel utama: 2154 mm, material komponen panel utama: SM490YB, material komponen transom: SM490YB, material komponen sekunder: SS400, sambungan panel: sistem pin, sambungan pin diluar pin panel: sistem pin, baut: F10T, sistem lantai: sistem deck.

ST menegaskan, sekalipun proyek bailey Kudubanjar senilai Rp 2,6 milyar menggunakan kontrak lumpsum misalnya, tetap saja spesifikasi dan volume jembatan (termasuk porsi pekerjaan sipil) harus dibuka ke publik karena hal itu merupakan mekanisme standar dari sistem katalog.

Jika hal itu tidak dipenuhi, sambung ST, maka pelaksanaan paket terancam cacat administrasi dan bahkan diduga kuat terjadi kongkalikong antara PPK dan pemenang paket. “Kalau alasannya adalah spesifikasi dan volume ada di KAK, itu bukan katalog namanya, tapi Pengadaan Langsung atau Penunjukan Langsung, “ujar ST.

Lalu kenapa Dinas Perkim Jombang memilih Buminata Konstruksi sebagai pemenang paket bailey Kudubanjar? Apakah dia memang yang terbaik dibanding peserta katalog lain termasuk soal harga? Apa penjelasan Pejabat Pembuat Komitmen terkait hal ini? Koran-K.com akan mengulas lebih dalam pada edisi berikutnya. (din)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *