Example floating
Example floating
Laporan Utama

Potret Buram Katalog Jombang (10): “KEJANGGALAN” KATALOG JUGA MERAMBAH BADAN KEPEGAWAIAN

0
×

Potret Buram Katalog Jombang (10): “KEJANGGALAN” KATALOG JUGA MERAMBAH BADAN KEPEGAWAIAN

Sebarkan artikel ini
Botol Minuman Kunyit Asam Produk Dapur Gerpak. (Gambar: Dokumen Catalogue)

JOMBANG, KORAN-K.com      –       Tepatnya, kejanggalan itu, disinyalir terjadi pada belanja mamin daya tahan tubuh senilai kontrak Rp 49.501.000. Paket pengadaan tahun anggaran 2023 ini tercatat dilangsungkan dalam 30 kali pembelian.

Dari seluruh transaksi, 4 penyedia telah di-klik Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pemkab Jombang. Yakni Perumda Aneka Usah Seger, Warung Rizky, UD Mentari, serta Dapur Gerpak. 

Diantara 4 penyedia, Warung Rizky diketahui paling komplit jualannya. Mulai menu prasmanan, tumpeng, kue nampan, nasi kuning, nasi kotak, kue kotak, nasi bungkus, cemilan, buah segar, air mineral, kopi gelas dan jumbo, serta teh gelas dan jumbo. 

Untuk Perumda Aneka Usaha Seger, item mamin yang dijual tidak terlacak. Sebab, memasuki tahun anggaran 2024, penyedia mamin berbendera BUMD ini tidak lagi tayang pada katalog lokal Jombang. 

Sedang UD Mentari dan Dapur Gerpak, keduanya hanya berjualan sedikit item bercorak khusus. UD Mentari berjualan air mineral beragam merk mulai Aqua, Cleo dan Tiber, sedang Dapur Gerpak hanya berjualan satu item saja, yaitu botol minuman kunyit asam.

Pertanyaannya, tegas Pentolan LSM Jombang, berapa pegawai BKPSDM yang mendapat jatah mamin harian? Juga, kenapa penyedia yang hanya menjual minuman ikut di-klik? Apakah minuman sekedar menu pelengkap, atau malah menjadi mamin harian? 

Sebab, sambungnya, jika ternyata item minuman dijadikan mamin harian, maka potensi kasus “sebotol air mineral Satpol PP” bakal terulang, bukanlah isapan jempol. Dan potensi itu ada di BKPSDM.

Dari kontrak sebesar Rp 49.501.000, diketahui Warung Rizky mendapat order Rp 30.740.000 dengan 14 kali pembelian. Jika yang dibeli nasi bungkus seharga Rp 10 ribu, maka tersedia 3.074 nasi bungkus dalam setahun atau setara 12 pegawai dalam sehari. 

Namun paket mamin harian BKPSDM tidak hanya satu, melainkan 2 paket. Yang satu lagi senilai kontrak Rp 79.540.000. Dan itu seluruhnya dimenangkan Warung Rizky dengan transaksi pembelian sebanyak 2 kali. 

“Berarti kontrak Warung Rizky memcapai Rp 110.280.000. Jika itu dibelikan nasi bungkus seharga Rp 10 ribu, maka tersedia nasi bungkus sebanyak 11.028 dalam setahun, atau setara 45 pegawai dalam sehari. Benarkah mamin harian BKPSDM hanya 45 orang? “urainya. 

Lalu bagaimana dengan minuman yang dibeli dari UD Mentari dan Dapur Gerpak? Sebagaimana data katalog, kontrak UD Mentari hanya Rp 891.000. Jika itu dibelikan aqua tanggung 600 ml seharga Rp 45 ribu per dos (isi 24 botol), maka tersedia 456 botol hanya untuk 2 pegawai saja dalam sehari. 

Anehnya, kontrak Rp 891.000 dengan 4 transaksi pembelian itu, seluruhnya direalisasi pada hari yang sama. Yaitu tanggal 28 Desember 2023. Terus, kata Pentolan LSM Jombang, apa praktik seperti ini masih bisa disebut mamin harian?

Dapur Gerpak dengan menu khususnya botol minuman kunyit asam mendapat kontrak sebesar Rp 17.500.000. Dengan tarif per botol Rp 5 ribu, maka tersedia 3500 botol kunyit asam atau setara 14 pegawai dalam sehari. 

Pertanyaannya, kenapa air mineral hanya dibeli satu kali diujung tahun? Juga, minuman kunyit asam sekedar menu pelengkap atau merupakan mamin harian? KORAN-K.com akan mengulasnya lebih dalam, termasuk ratusan juta paket mamin rapat yang ada di BKPSDM. (din)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *