Example floating
Example floating
Kasuistik

Puluhan Anggota Satpol PP Dikumpulkan Di Bung Tomo, Wibisono Minta Kejaksaan Jemput Bola

0
×

Puluhan Anggota Satpol PP Dikumpulkan Di Bung Tomo, Wibisono Minta Kejaksaan Jemput Bola

Sebarkan artikel ini
Wibisono (kiri) Saat Audensi Bersama Pj Bupati Jombang. (Foto: KORAN-K.com)

JOMBANG, KORAN-K.com      –      Selasa siang (26/3/2024) sekira pukul 11.00, puluhan anggota Satpol PP Jombang disebut dikumpulkan diruang pertemuan Bung Tomo gedung Pemkab. 

Pertemuan diduga kuat terkait dugaan kasus korupsi belanja mamin ketahanan tubuh Satpol PP tahun anggaran 2023 yang menjadi topik trending dalam sepekan terakhir.

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam itu, Pj Bupati Jombang disebut memimpin langsung gelaran acara. Hadir pula Kepala Inspektorat Abdul Majid Nindyagung, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Dan Kesejahteraan Rakyat M Sholeh, serta Kepala BKDPP Bambang Suntowo.  

Sumber KORAN-K.com menegaskan, inti pertemuan lebih dimaksudkan sebagai ajang verifikasi terkait rumor yang berkembang bahwa mamin satu botol air mineral untuk satu anggota dalam satu hari itu merupakan kesepakatan bersama antara pimpinan dan anggota Satpol PP Jombang. 

Masih menurut Sumber, sampai pertemuan berakhir, jawaban yang muncul dari anggota Satpol PP hanya satu kata, yakni: tidak. Tepatnya, tidak ada kesepakatan. Itu pun disuarakan sebagian kecil anggota yang hadir. Sementara puluhan yang lain memilih diam tak bersuara. 

Belum diketahui, apa maksud digelar pertemuan yang terbilang mendadak dan berlangsung tanpa hape anggota Satpol PP itu. Sumber berpandangan, pertemuan minus pejabat struktural Satpol PP Jombang itu lebih sebagai bentuk strategi seorang Pj Bupati dalam mendalami kasus mamin.

Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Dan Kesejahteraan Rakyat M Sholeh yang dikonfirmasi melalui sambungan seluler, Kamis (28/3/2024), membenarkan peristiwa tersebut berlangsung di gedung Bung Tomo.

Namun, M Sholeh membantah keras pertemuan dikaitkan dengan kasus mamin Satpol PP, apalagi dikaitkan dengan pendalaman kasus. M Sholeh memastikan pertemuan bersifat koordinasi biasa antara pimpinan dan anak buah.

“Tidak benar ada pembahasan kasus (mamin Satpol PP). Itu hanya pertemuan biasa antara anak dan bapak. Jadi sifatnya hanya koordinasi biasa dalam rangka pembinaan kinerja kedinasan, “tegas M Sholeh diujung telepon. 

Ditempat terpisah, Asisten 1 Bidang Pemerintahan Dan Kesra, Purwanto atau akrab disapa Gempur, disebut mendapat tugas menjaga pejabat Struktural Satpol PP agar tetap berdiam dikantornya.

Ditanya soal itu, Gempur membantahnya. “Ya tidak lah. Apanya yang dijaga? Saya memang berada di kantor Satpol PP, tapi hanya silaturrahmi biasa dan ngobrol-ngobrol ringan saja. Tidak lama kok disana, setelah itu saya balik kantor karena ada rapat, “ujarnya melalui sambungan seluler, Kamis (28/3/2024).

Kejaksaan Diminta Jemput Bola

Menyikapi dugaan kasus korupsi ditubuh Satpol PP Jombang, Penasehat Aliansi LSM Jombang, Wibisono, berharap hal ini menjadi atensi serius bagi aparat penegak hukum khusunya Korp Adhiyaksa. 

Bagi Wibisono, fenomena pilu anggota Satpol PP Jombang yang hanya “kebagian” sebotol air mineral ini harusnya menjadi momentum khusus untuk dimulainya sebuah penegakan hukum.

“Ini seharusnya menjadi momentum bersama untuk berbenah. Dimana efek jera bagi terduga tindak korupsi dilingkungan Pemkab Jombang harus diperkuat. Momentum ini tidak boleh dilewatkan. Kasus Satpol PP harus menjadi percontohan sampai di meja penyidik, “tegasnya. 

Wibisono menyayangkan jika guliran kasus Satpol PP harus berlalu tanpa berujung sanksi hukum yang tegas. Sebab, hal demikian hanya menjadi preseden buruk bagi disiplin ASN dan penegakan hukum dilingkungan Pemkab Jombang 

Untuk memastikan penegakan hukum berjalan dengan baik dan sekaligus efektif, tuturnya, korp adhiyaksa perlu mengambil langkah strategis dalam bentuk jemput bola. “Tidak bisa jika hanya mengandalkan kinerja Inspektorat, “ujarnya. (din)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *