Example floating
Example floating
Laporan Utama

Transaksi Samar RSUD Jombang (5): Penetapan Harga Rawan Kemahalan

0
×

Transaksi Samar RSUD Jombang (5): Penetapan Harga Rawan Kemahalan

Sebarkan artikel ini
Foto: Megapos.com

JOMBANG   –   Di Jombang, khususnya di kelas warung ekonomi atau kaki lima, secangkir kopi hitam dijual seharga Rp 5 ribu. Para penikmat kopi tahu itu. Dan itu masif terjadi. Itu lah yang disebut harga pasar.

Tentu, penjual kopi tidak sembarang menetapkan harga. Angka Rp 5 ribu adalah angka kalkulatif yang didalamnya sudah menakar ongkos bahan (kopi, gula, air), alat (cangkir dan kompor), jasa peracik, sewa tempat, biaya listrik, dan keuntungan.

Analogi ini juga berlaku pada pengadaan barang dan jasa pemerintah. Bedanya, harga satuan pada pengadaan pemerintah dibatasi prosentase. Sedang pada perdagangan umum (khusunya warung kopi), batasan prosentase relatif tidak jelas.

Pada pengadaan barang dan jasa pemerintah, harga satuan barang ditetapkan berdasarkan meknksme sebagai sebagi berikut: harga produk, ditambah pajak pertambahan nilai (PPN), ditambah keuntungan maksimal 15 persen, ditambah overhead maksimal 10 persen.

Sedang untuk pengadaan jasa konstruksi, Permen PUPR 1/2022 menyebut, harga satuan pekerjaan ditetapkan berdasarkan koefisien upah pekerja, koefisien harga bahan, koefisien sewa alat, biaya umum, dan keuntungan maksimal 15 persen.

Nah, terkait pembelian alat kedokteran SMEG Instrument Disinfection washer WD7015 oleh RSUD Jombang, bagaimana ceritanya bisa muncul harga Rp 2.368.296.000? Darimana angka tersebut ditetapkan? Apa tolak ukurnya? Penetapan tersebut, apakah menggunakan mekanisme harga pemerintah?

Didampingi Rofiul Amin, Ana menjelaskan, salah satu tolak ukur yang dipakai adalah pembelian SMEG Instrument Disinfection washer WD7015 oleh salah satu rumah sakit di Mojokerto dengan harga Rp 2.368.296.000.

Tolak ukur berikutnya, tutur Ana, didasarkan pada kemampuan dan kecanggihan alat. Ana berpandangan, kecanggihan SMEG Instrument Disinfection washer WD7015 yang merupakan karya intelektualitas, layak dihargai tinggi.

“Orang jarang berfikir bahwa kecanggihan alat adalah karya intelektualitas yang layak dihargai tinggi. Jadi jangan lihat milyarnya (nominal harga), tapi lihatlah bagaimana karya intelektual dibuat, “terangnya.

Tapi berapa sebenarnya harga pasar SMEG Instrument Disinfection washer WD7015? Terhadap pertanyaan ini, Ana mengaku tidak tahu. Sebab, menurutnya, pemerintah melalui LKPP tidak menyediakan referensi harga dan panduan tehnis yang jelas.

Apakah dengan tolak ukur yang cenderung subyektif (harga Mojokerto dan kecanggihan alat), penetapan harga tidak takut terjadi kemahalan? “Ditengah kebijakan LKPP soal katalog yang serba tidak jelas, tugas ini (pengadaan alked) harus tetap dijalankan, “jawab Ana diplomatis.

Lalu, berapa sebenarnya harga SMEG Instrument Disinfection washer WD7015 di negara asal, Italia? Berapa ongkos impor  dan segala pernik biaya hingga barang sampai di Indonesia? Ikuti terus berita Koran-K.com yang juga menyasar pengadaan obat dan pengadaan BMHP di RSUD Jombang. (din)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *