Example floating
Example floating
Laporan Utama

Megah Mendung Proyek SR Jombang (5): Proyek Dipastikan Ada RAB Dan DED

0
×

Megah Mendung Proyek SR Jombang (5): Proyek Dipastikan Ada RAB Dan DED

Sebarkan artikel ini
Prototipe Salah Satu Bangunan Gedung Sekolah Rakyat/Sumber: Dirjen Prasarana strategis Kementerian Pekerjan Umum

JOMBANG   –   “Aneh jika proyek sekolah rakyat Jombang tidak muncul nilai kontrak. Sebab, DED dan RAB dipastikan ada, dan itu sudah menjadi ketetapan teknis Dirjen Prasarana Startegis Kementerian Pekerjan Umum, “sorot Sumber berlatar pegiat LSM.

DED dipahami lebih dari sekedar perencanaan biasa. DED (Detail Engineering Desain), terangnya, merupakan gambar teknis detail mencakup denah, potongan, tampilan 3D, serta spesifikasi bahan, dimensi, dan toleransi yang akurat.

DED juga meliputi perhitungan struktural, analisa beban, rencana pelaksanaan proyek, serta rencana anggaran biaya (RAB).

Prototipe Asrama dan Kantin SD/Sumber Dirjen Prasarna Strategis Kementerian Pekerjaan Umum

Fungsi utama DED adalah sebagai panduan lengkap bagi kontraktor untuk meminimalkan kesalahan, penundaan, dan menghindari biaya tambahan selama konstruksi berlangsung.

Jadi, tegasnya, dokumen DED adalah satu kesusaian standar industri, regulasi, juga aspek arsitektur, mekanikal dan kelistrikan.

Sementara merujuk lembar informasi “Progres Penanganan Sekolah Rakyat” yang dipublikasikan Direktorat Jendral Prasarana Strategis Kementerian Pekerjan Umum pada 11 April 2025, progres penanganan sekolah rakyat terjadi hal-hal sebagai berikut.

Adalah, (1) penanganan proyek sekolah rakyat tahap I terjadi usulan 53 lokasi terdiri 24 DED dinyatakan selesai dan 11 RAB dinyatakan rampung, (2) pada tahap 2, jumlah usulan sebanyak 85 lokasi dengan 42 titik sudah disurvei dan 43 titik dalam proses survei.

Prototipe Ruang Kelas Sekolah Rakyat/Sumber: Dirjen Prasarna Strategis Kementerian Pekerjaan Umum

“Dengan demikian DED dan RAB proyek sekolah rakyat dipastikan ada dan mustahil nilai kontrak tidak bisa dihitung. Apalagi dalam lembar informasi juga muncul catatan soal perhitungan estimasi biaya, “tegas Sumber.

Catatan itu berbunyi: Estimasi biaya sekolah rakyat dihitung berdasarkan desain prototipe menggunakan pendekatan perhitungan analisis kebutuhan biaya pembangunan Bangunan Gedung Negara dan masih perlu disesuaikan dengn hasil survey lapangan.

Prototipe itu, terangnya, didasarkan pada kondisi umum sekolah rakyat yang menampung 1000 siswa terdiri dari SD (18 kelas, 2 lantai) ukuran 7×8 meter, SMP (9 kelas, 2 lantai) ukuran 7×9 meter, dan SMA (9 kelas, 2 lantai) ukuran 8×9 meter.

Prototipe Masjid Sekolah Rakyat/Sumber: Dirjen Prasarna strategis Kementerian pekerjaan Umum

Khusus penyandang disabilitas, disediakan alokasi 10 persen untuk ruang dan fasilitas dengan kelayakan dan kenyamanan yang terukur (universal design).

Asrama 2 lantai. Lantai 1 terdiri 4 kamar dengan luasan masing-masing 65,3 m2 dengan kapasitas 16 orang per kamar bunk bad. Lantai 2 terdiri 2 kamar dengan luasan 66,3 m2 dengan kapasitas 16 orang per kamar bunk bad, serta 2 kamar dengan luasan 81,02 m2 dengan kapasitas 20 orang per kamar bunk bad.

Rumah susun 2 lantai untuk 54 pengajar. Gedung serbaguna untuk kegiatan olahraga indoor, kegiatan seremonial sekolah, tempt bertamu orang tua, dan pusat kegiatan UMKM.

Total Luas Bangunan Sekolah Rakyat/Sumber: Dirjen prasarana strategis Kementerian pekerjaan Umum

Fasilitas olahraga antaralain 3 lapangan badminton, 1 lapangan basket, 1 lapangan mini soccer dan joging track. Luas total bangunan minimal 26.179 m2. Estimai total biaya (maksimal) Rp 180 milyar tanpa mebeler, dan Rp 210 milyar dengan mebeler.

“Dari situasi tersebut lantas diterjemahkan secara teknis dan detail spesifikasi ke dalam RAB dan DED. Terus, dari hal seterang itu masih juga gak bisa dihitung nilai bangunan? tepuk jidat deh, “tutur Sumber diikuti suara puk di jidatnya. (din)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *