Example floating
Example floating
Kasuistik

Jalan Beton Retak, Uang Negara Terancam Dikorupsi

0
×

Jalan Beton Retak, Uang Negara Terancam Dikorupsi

Sebarkan artikel ini
Papan Proyek Yang Sudah Compang-camping, Serta Bukti Retak Lebar Memanjang Pada Jalan Beton. (Foto: KORAN-K.com)

JOMBANG, KORAN-K.com      –      Pembangunan jalan beton di salah satu desa di Kabupaten Jombang diketahui terjadi retak dengan diameter memotong luasan ruas jalan. Titik retakan muncul disejumlah area.

Pantauan lokasi pada Kamis, (22/8/2024), menjelaskan bahwa selain terjadi retak, jalan beton yang diduga dibangun pada tahun anggaran 2023 itu juga terjadi pengelupasan pada permukaan beton.

Hingga berita ini ditulis, Jumat (23/8/2024), belum diketahui berapa uang negara yang dihabiskan untuk pembangunan jalan beton tersebut. Sebab, papan proyek yang masih berdiri dilokasi sudah terkondisi rusak parah dan tidak terbaca. 

Konfirmasi dari Kepala Desa maupun TPK, belum berhasil dikantongi. Hanya saja, pada papan proyek yang sudah compang-camping itu tertera angka 150. Diduga, anggaran pembangunan menelan biaya Rp 150 juta.

“Apapun alasannya, jika akhirnya jalan beton terjadi retak, maka bisa dipastikan ada yang salah dengan tehnis pengerjaannya. Dan itu, berarti negara dirugikan karena pekerjaan terancam mubazir, “tutur pegiat LSM di Jombang. 

Menurutnya, setiap penggunaan uang negara yang terbukti menyimpang dari perencanaan yang ditentuian atau dengan kata lain terjadi mubazir, maka yang demikian itu negara terancam dirugikan karena manfaat produk (pekerjaan jalan) tidak maksimal.

“Karena manfaat produk (pekerjaan jalan) tidak maksimal atau terjadi produk cacat, ya sama saja ada tindak pidana korupsi disana. Sebab, tidak mungkin uang negara digunakan untuk membangun jalan rusak, “tegasnya. 

Secara umum, lanjut pegiat LSM, rusaknya jalan beton baik dalam bentuk retak lebar, retak lebar memanjang, retak melintang, atau retak berambut, diketahui ada banyak aspek yang menjadi pemicunya.

Antaralain karena faktor suhu, kemudian faktor korosi, juga faktor rendahnya kualitas bahan material. Selain itu, faktor struktur tanah juga berpengaruh besar pada terjadinya retak beton.

Pada proyek ini, belum diketahui faktor mana yang lebih dominan memicu terjadinya keretakan konstruksi. Apakah keretakan dipicu rendahnya kualitas bahan material, atau lebih dipicu oleh faktor yang lain.

“Apapun itu, munculnya retak pada jalan beton adalah sebentuk tanda bahwa ada yang salah dengan tehnis pengerjaannya. Dan hukum tidak mengenal alasan apapun, karena dugaan korupsi didasarkan pada bukti yang nampak, “tegasnya. 

Apa tanggapan Kepala Desa terkait retaknya jalan beton ini? Juga, apa tanggapan pihak DPMD dan Inspektorat? Lalu, di desa manakah proyek tersebut berada? KORAN-K.com akan mengulasnya pada edisi selanjutnya. (din)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *