JOMBANG, KORAN-K.com – Meski produk jualan CV Azka Jaya yang dipajang di lapak katalog dibandrol lebih mahal dari sejumlah produk lain, namun tidak berarti peluang memenangkan paket sudah tertutup.
Sebab, aspek terpenting dari seluruh tahapan pemilihan penyedia (secara epurchasing) bukanlah soal murahnya bandrol katalog, tetapi bagaimana negoisasi harga dilakukan.
Pada tahap ini, negoisasi harga terjadi, hanya jika spesifikasi tehnis sudah terpenuhi. Dengan demikian, fungsi negoisasi harga lebih untuk memastikan bahwa harga yang dipatok adalah harga terbaik dan wajar.
Demikian, pendapat itu dilontarkan Pentolan LSM Jombang menyikapi terpilihnya CV Azka Jaya pada paket gedung PLHUT Kemenag Jombang dan terpilihnya PT Kailas Jelajah Nusantara pada paket gedung RKB MAN 8 Jombang.
“Sebab, dari dokumen negoisasi dan harga kontrak, bisa diketahui berapa harga satuan produk (item pekerjaan konstruksi) yang dipatok. Apakah ada indikasi kemahalan atau sudah terbilang wajar, “ujarnya.
Nah, pada akhirnya, PPK Kanwil Kemenag Jatim telah memilih CV Azka Jaya sebagai pemenang paket gedung PLHUT Kemenag Jombang senilai kontrak Rp 1,6 milyar. Dan saat ini pekerjaan sudah berlangsung hampir separo jalan.
Maka pertanyaannya, tegas Pentolan LSM, keunggulan apa yang menjadikan CV Azka Jaya dipilih untuk mengerjakan paket? Hingga berita ini ditulis, Selasa (17/7/2024), RAB paket yang ditanyakan ke PPK belum berbuah jawaban.
Sehingga apa saja item pekerjaan yang mendulang paket gedung PLHUT Kemenag Jombang, tidak diketahui. Terhadap hal ini, PPK mengaku akan meminta petunjuk dari Kejati Jatim dan Polda Jatim dalam kapasitasnya sebagai pendamping proyek.
Apakah pekerjaan acian termasuk bagian dari konstruksi PLHUT Jombang? “Jika pekerjaan acian ada didalamnya, tentu ini cukup meragukan, sebab spektek yang dikantongi CV Azka Jaya masih terbilang kalah dari yang lain, “sorot Pentolan LSM.
Berdasarkan pajangan etalase katalog, diketahui, spesifikasi tehnis pekerjaan acian yang ditawarkan CV Azka Jaya hanya berbunyi: acian bata merah. Tidak ada keterangan soal spesifikasi semen yang digunakan.
Sedang pekerjaan acian milik 3 penyedia lain lebih tegas soal spesifikasi bahan material. Yakni CV Bhakti Yasa mengandalkan semen Gresik, CV Arkatama Putra mematok semen Gresik dan pasir lumajang, serta CV Kelana Allindo Sakti mengandalkan semen Portland.
Lalu, item pekerjaan apa saja yang dipatok pada paket gedung PLHUT Kemenag Jombang? Kenapa PPK terkesan begitu tertutup soal RAB dan Spektek yang ditentukan? Dan benarkah proyek ini melibatkan Kejati Jatim dan Polda Jatim sebagai pendamping? Ikuti terus laporannya hanya di KORAN-K.com. (din)













