JOMBANG – Kepengurusan baru Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Jombang periode 2026-2031 resmi dilantik di Pendopo Kabupaten Jombang, Kamis (4/6/2026).
Pemerintah Kabupaten Jombang berharap organisasi pengusaha tersebut mampu menjadi motor penggerak investasi sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja di daerah.
Pelantikan yang dihadiri jajaran pengusaha, pemerintah daerah, dan pengurus APINDO Jawa Timur itu menjadi momentum penguatan sinergi antara dunia usaha dan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jombang.
Bupati Jombang Warsubi menegaskan, APINDO memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam menciptakan iklim usaha yang sehat dan kondusif. Menurutnya, peran dunia usaha sangat dibutuhkan untuk mempercepat pembangunan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“APINDO bukan hanya menjadi wadah para pelaku usaha, tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam memperkuat investasi, memperluas kesempatan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya saat memberikan sambutan.
Warsubi yang juga masuk dalam Dewan Pertimbangan DPK APINDO Jombang menilai kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi kebutuhan penting di tengah dinamika ekonomi yang terus berkembang.
Karena itu, ia berharap kepengurusan baru mampu membangun komunikasi yang produktif dengan seluruh pemangku kepentingan.
Dalam kesempatan tersebut, Warsubi memaparkan capaian Kabupaten Jombang dalam menekan angka pengangguran. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jombang saat ini berada di angka 3,28 persen atau mengalami penurunan dibanding periode sebelumnya.
Meski demikian, pemerintah daerah tetap berupaya memperluas kesempatan kerja melalui pengembangan sektor usaha, peningkatan investasi, serta penciptaan wirausaha baru.
Menurutnya, potensi kewirausahaan di Jombang masih sangat besar dan perlu terus didorong agar mampu melahirkan pelaku usaha baru yang mandiri dan berdaya saing.
“Banyak usaha besar yang lahir dari langkah kecil. Karena itu semangat berwirausaha harus terus ditumbuhkan, terutama di kalangan generasi muda,” katanya.
Warsubi juga menyoroti posisi geografis Jombang yang dinilai cukup strategis untuk mendukung pertumbuhan investasi. Kedekatan wilayah dengan akses distribusi dan pusat ekonomi menjadi modal penting dalam menarik investor.
Namun demikian, ia mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas dan kepastian berusaha agar investor merasa aman menanamkan modalnya di Kabupaten Jombang.
“Jika investasi tumbuh, maka peluang kerja semakin luas, ekonomi daerah bergerak lebih kuat, dan kesejahteraan masyarakat ikut meningkat,” tegasnya.
Ketua DPK APINDO Jombang, Fathurohman, menyatakan komitmennya untuk menjadikan APINDO sebagai organisasi yang tidak hanya mewadahi kepentingan pengusaha, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.
Menurut dia, APINDO harus mengambil peran lebih luas dalam memperkuat sektor usaha, menarik investor, serta mendukung program-program strategis Pemerintah Kabupaten Jombang.
“Ke depan kami siap berkolaborasi dengan Pemkab Jombang untuk mendukung terwujudnya Jombang Maju dan Sejahtera untuk Semua,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Pemberdayaan Daerah DPP APINDO Jawa Timur, Jhonson Simanjuntak, menilai hubungan yang harmonis antara pemerintah daerah dan dunia usaha menjadi faktor penting dalam meningkatkan investasi.
Ia mengapresiasi dukungan Pemkab Jombang terhadap keberadaan APINDO serta komitmen membangun kemitraan yang kuat dengan kalangan pengusaha.
Menurutnya, sinergi yang terjalin tidak hanya berdampak pada peningkatan investasi, tetapi juga berkontribusi terhadap pengembangan UMKM, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan daya saing usaha lokal.
Dengan kepengurusan baru yang telah terbentuk, APINDO Jombang diharapkan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan investasi, perluasan lapangan kerja, dan penguatan iklim usaha yang sehat serta berkelanjutan. (red)













