Example floating
Example floating
Pemerintahan

Pastikan Anak Sudah Diimun Lengkap, Puskesmas Japanan Gelar Program BIAS

0
×

Pastikan Anak Sudah Diimun Lengkap, Puskesmas Japanan Gelar Program BIAS

Sebarkan artikel ini
Pelaksanaan Program BIAS Oleh Puskesmas Japanan Di Sekolah SD Dan MI Diwilayah Kerja Di Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang.

JOMBANG, KORAN-K.com      –      Demi memastikan anak usia sekolah dasar sudah mendapatkan imunisasi rutin lengkap, pada rentang Agustus lalu, Puskesmas Japanan melaksanakan program BIAS untuk anak SD dan MI diwilayah kerjanya.

BIAS adalah Bulan Imunisasi Anak Sekolah. Program ini tercatat telah diselenggarakan secara rutin oleh pemerintah melalui Puskesmas, bebarengan dengan pelaksanaan bulan timbang anak. 

Program BIAS dilaksanakan 2 kali dalam setahun. Yakni pada bulan Agustus untuk Imunisasi MR dan HPV, serta pada bulan November untuk imunisasi DT dan Td. 

Selain melaksanakan program BIAS dan program timbang anak, Puskesmas Japanan juga membuka layanan rawat jalan untuk masyarakat. 

Pemberian imunisasi pada anak usia sekolah dasar atau BIAS, adalah pemberian imunisasi lanjutan yang bertujuan untuk meningkatkan perlindungan terhadap penyakit campak, rubella, difteri, tetanus dan kanker serviks.

“Program BIAS sangat penting, karena sejak anak mulai memasuki usia sekolah dasar terjadi penurunan kekebalan yang diperoleh saat imunisasi ketika bayi, “ujar Kepala Puskesmas Japanan, dr Tusy Novita Dwi Wardani MKes. 

Oleh karena itu, lanjutnya, pemerintah menyelenggarakan imunisasi ulangan pada anak usia sekolah dasar sederajat yang pelaksanaanya dilakukan serentak di seluruh Indonesia dengan nama BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah). 

Untuk Puskesmas Japanan, tutur dr Tusy Novita, kegiatan ini dilaksanakan di seluruh sekolah SD dan MI di wilayah kerja Puskesmas Japanan Kecamatan Mojowarno.

Sasaran yang dituju adalah anak kelas 1 dan kelas 2, serta kelas 5 dan kelas 6. Untuk anak kelas 1, imunisasi yang diberikan adalah jenis Campak Rubella (MR) dan Difteri Tetanus (DT), sedang anak kelas 2 dan 5 diberikan imunisasi Difteri Tetanus (DT). 

“Khusus anak kelas 5 kelompok putri, imunisasi yang diberikan adalah HPV dosis 1, sedang anak kelas 6 mendapatkan imunisasi HPV dosis 2, “tegasnya.

Lebih jauh dipaparkan, bahwa bagi sasaran (anak usia imunisasi) yang tidak sekolah, program imunisasi dapat dilaksanakan di puskesmas dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya. 

Juga, sambungnya, imunisasi dapat dilaksanakan di pos pelayanan imunisasi seperti rumah singgah anak jalanan, yayasan/panti asuhan, lembaga kesejahteraan sosial, panti sosial yang dikelola pemerintah maupun masyarakat, sekolah non formal, Balai Pemasyarakatan, dan sebagainya.

Lebih jauh ditegaskan, bahwa perubahan paradigma dari imunisasi dasar lengkap menuju imunisasi rutin lengkap, menjadikan BIAS memiliki peran penting terutama sebagai salah satu tolak ukur.

Yakni, seorang anak tidak hanya mendapatkan imunisasi pada saat bayi dan dibawah dua tahun, tetapi juga harus dilengkapi dengan imunisasi lanjutan pada anak usia sekolah tingkat dasar.

“Setiap anak usia sekolah harus dipastikan memiliki riwayat imunisasi rutin lengkap, “tegas dr Tuty Novita saat ditemui di Puskesmas Japanan. 

Hal itu, tuturnya, penting untuk dilakukan dengan tujuan: (1) meningkatkan kekebalan anak usia sekolah terhadap penyakit Campak, Rubela, Tetanus, dan Difteri.

Kemudian, (2) memberikan kekebalan bagi anak perempuan usia sekolah terhadap penyakit Kanker leher rahim. Serta, (3) menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit Campak, Rubela, Tetanus, Difteri dan Kanker leher rahim. (din)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *