Example floating
Example floating
Uncategorized

Dukung Ketahanan Pangan, Kades Ganggang Tingan Fasilitasi Normalisasi Lahan Sawah Dengan Bantuan Pengusaha

0
×

Dukung Ketahanan Pangan, Kades Ganggang Tingan Fasilitasi Normalisasi Lahan Sawah Dengan Bantuan Pengusaha

Sebarkan artikel ini
Pribadi (Nomer 2 Dari Kiri), Kepala Desa Ganggang Tingan Saat Berkumpul di Pendopo Kediaman Pengusaha Toni Hartono. (Foto: Koran-K.com)

LAMONGAN  –  Desa Ganggang Tingan, tempat lahir Bupati Warsubi, selama ini warganya dihadapkan pada kendala serius. Yakni lahan sawah yang tidak produktif karena berada dilereng bukit.

Seiring waktu, lapisan tanah semakin menipis akibat kontur lahan yang miring. Sementara, upaya normalisasi lahan terbentur biaya yang cukup besar.

Dalam kondisi yang demikian, tiba-tiba Toni Hartono sang pengusaha tembakau mengulurkan bantuan, Rabu ( 06/08/2025).

Priyadi, Kepala Desa Ganggang Tingan, menegaskan pihaknya mendukung penuh kegiatan Gapoktan ( Gabungan Kelompok Tani) Tani Kaya Ganggang Tingan dalam upaya membantu anggotanya yang memiliki masalah lahan kurang produktif.

“Kami mendukung penuh upaya normalisasi lahan guna ikut mendukung ketahanan pangan,” ujarnya kepada media di pendopo milik Toni Hartono yang juga pelopor pertanian hidroponik Lamongan ini.

Dukungan Pemdes diwujudkan dalam bentuk pendampingan terhadap Gapoktan untuk konsultasi dengan berbagai pihak agar tidak menimbulkan masalah dikemudian hari.

“Kita sudah konsultasi dengan pihak UPT pertanian, Camat Ngimbang, Koramil, Polsek, juga dengan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Lamongan. Semua masukan dan saran dari instansi tersebut saya harapkan jadi pegangan Gapoktan dalam melakukan normalisasi lahan, ”terangnya.

Sementara itu, Wahyu Dian Pramana selaku ketua Gapktan Tani Kaya menjelaskan bahwa dalam teknis normalisasi, lapisan lahan bagian atas akan dikupas terlebih dulu.

Selanjutnya, batuan dibawahnya diambil dengan kedalaman disesuaikan agar kontur miring tanah menjadi landai. setelah itu, lahan ditutup kembali dengan tanah semula.

Upaya normalisasi lahan membutuhkan dana yang tidak sedikit. Salah satunya adalah ongkos sewa begho untuk membuat pekerjaan menjadi mudah dan cepat.

“Dari dialog internal anggota Gapoktan, selama ini petani kesulitan untuk normalisasi lahan karena banyak hal yang mesti ditanggung, “tegasnya.

Antaralain sewa begho, kemudian armada angkut batu, serta lokasi pembuangan batu yang dihasilkan dari galian tanah.

Namun, hari ini kendala tersebut sudah berhasil teratasi. Yaitu berkat uluran tangan sang pengusaha, Toni Hartono. Selain itu, pihak Pemerintah Desa juga mendukung penuh.

“Artinya, apa yang selama ini menjadi kendala sudah bisa diatasi. Dan saat ini tinggal menunggu kesiapan alat dan lahan saja, “ujarnya.

Terkait kegiatan ini, Toni Hartono melalui staf utamanya Budi, menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan pembiayaan secara penuh.

Budi, Staf Utama Pengusaha Toni Hartono. (Foto: Koran-K.com)

“Semua mulai dari begho, armada dan tempat buang batu kita sediakan. Andai Desa membutuhkan untuk kepentingan umum seperti masjid, mushola, sekolah dan fasiltas umum lainnya kami persilahkan, asal tidak diperjual belikan. Ini bukan kegiatan bisnis. Mengingat begho tersebut juga pindah pindah, harap dimaklumi jika 2 minggu kerja setelah mandeg terus kerja lagi,” tegas Budi.

Sutikno salah satu petani yang lahannya akan di normalisasi juga menyambut gembira rencana tersebut.

“Di lokasi yang mau dinormalisasi, lahan saya ada 6000 meterpersegi yang butuh normalisasi sekitar 2000-an meterpersegi. Lahan saya butuh dinormalisasi sedalam 1 meter, total ada 2000 meter kubik. Harga saat ini untuk sewa per kubik sekitar Rp.5000 (Sewa per jam Rp.400 ribu, satu Jam 80 meterkubik) , butuh sekitar Rp. 10 juta. Lha terus lain-lainnya bisa hamper Rp 20 juta habisnya. Damel Gapoktan, Pak kades kalian pak Toni. Matur suwun, lemah teles, Gusti Alloh sing bales (Buat Gapoktan, Pak Kades dan pak Toni, terima kasih, tanah basah, Gusti Alloh yang balas), “tutur Sutikno dengan nada haru.

Hal senada juga disampaikan Jali yang lahannya bersebelahan dengan Sutikno. “Kami yakin ketika tanah kami sudah dinormalisasi maka akan meningkatkan hasil produktifitas lahan kami. Semoga langkah kami nanti juga di ikuti warga sekitar. Yang jelas Terima kasih kepada Bapak Toni Hartono, ”ujarnya. (red.01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *