JAKARTA, KORAN-K.com – Ndaru atau Relawan Nderek Guru yang pada perhelatan pilpres kemarin menjadi motor dukungan untuk pasangan Prabowo – Gibran, kini memilih bertransformasi menjadi ormas.
Ketua Relawan Ndaru, Aditya Yusma, kepada media, Senin (11/11), menjelaskan bahwa mereka ada sebagai sebuah cinta dan inisiatif para pecinta, pengagum santri, alumni santri, Abah Habib Lutfi Bin Yahya.
“Kami yakin, Ijtihad politik abah habib lutfi bin yahya telah teruji. Beliau pasti lebih memahami dan lebih mengetahui daripada diri saya yang hina ini, terkait siapa yang pantas memimpin bangsa Ini menuju bangsa yang besar berdaulat adil dan makmur, “terang Aditya Yusma.
Pada 25 Oktober 2023 lalu, sebelum pendaftaran ke KPU, tepatnya di Indonesia Arena dalam momen deklarasi pasangan Prabowo- Gibran, diketahui hanya ada satu ulama besar yang ikhlas dan berani mengambil sikap mendukung Prabowo- Gibran, yaitu Habib Lutfi Bin Yahya.
“Waktu itu beliau memberikan pernyataan langsung dan berdoa di acara tersebut. Kami meyakini pada saat itu sebagian besar dari kita masih belum memiliki keyakinan yang pasti akan memilih siapa yang layak menerima mandat rakyat Indonesia selanjutnya, “tambahnya
Selanjutnya, pada 17 Desember 2024, bertempat di kantor DPP Ndaru Jakarta selatan, relawan Ndaru mendeklarasikan dukungan kepada Prabowo- Gibran.
“Ndaru gaspol bergerak membentuk 19 perwakilan provinsi & puluhan perwakilan kabupaten kota serta berkampanye lebih dari 35 kali di seluruh Indonesia, “urai Aditya Yusma.
Pada 20 Oktober lalu, Jenderal TNI (purn) Prabowo Subianto dan Gibran Rakabumiraka telah menerima mandat dari rakyat Indonesia sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI, dan telah bertugas dengan baik di awal masa kepemimpinannya.
Mengiringi itu, Ndaru akhirnya memilih bertransformasi menjadi Organisasi Perkumpulan Ndaru Nderek Guru yang dideklarasikan pada 20 Mei 2024 di Guci Forest Tegal Jawa Tengah.
“Saat ini Ndaru telah berdiri di 28 provinsi, 50 lebih kabupaten kota, dan 1 perwakilan Amerika Serikat, “kata Aditya Yusma.
Kedepan, tegas Yusma, pihaknya tengah menginisiasi hadirnya NDARU TV NKRI sebagai forum komunikasi lintas organisasi, lintas agama, lintas suku dan budaya, serta lintas adat-istiadat dan lintas organisasi.
“Yang mana itu mencakup seluruh Indonesia dan perwakilan mancanegara dalam rangka mendukung program-program presiden Prabowo dan Wapres Gibran dengan sinergisitas seluruh elemen rakyat, “terangnya.
Ditegaskan, Ndaru akan mengedepankan pentingnya menampung dan mengelola aspirasi serta usulan dan gagasan yang santun dan mudah dipahami.
“Dengan memulai gerakan dari desa untuk bangsa Indonesia, mari bergabung Para Pecinta Guru Guru Bangsa, para petani dan buruh serta seluruh rakyat Indonesia, karena dari desa yang maju akan mampu membawa bangsa menuju Indonesia Emas, “seru Aditya Yusma. (tik)













