Example floating
Example floating
Uncategorized

Perhutani Divre Jatim Gerak Cepat Sikapi Dugaan Tanaman Tebu Liar

0
×

Perhutani Divre Jatim Gerak Cepat Sikapi Dugaan Tanaman Tebu Liar

Sebarkan artikel ini

JOMBANG, KORAN-K.com     –      Devisi Regional Jawa Timur (Divre Jatim) melalui Mahfud Wawan Prasetyo, Kepala Seksi Perlindungan Hutan, melakukan cek lokasi terkait dugaan munculnya tanaman tebu liar di kawasan Perhutani.

Tepatnya, dikawasan hutan di petak 11 dan 12 RPH Purwodadi yangberada dibawah Sutet listrik dan di petak 25c RPH Gedangan, BKPH Gedangan, Perhutani KPH Jombang, Kamis (16/01) siang.

Kepada awak media, Mahfud Wawan Prasetyo menyampaikan, bahwa dugaan tersebut sama sekali tidak benar. Fakta lapangan menunjukkan, tuturnya, di petak 11 dan 12 tidak ada tanaman tebu baru alias nihil kasus.

Sedang pada petak 12 memang ada tanaman tebu, namun itu tebu lama yang sudah berstatus PKS. “Seandainya setelah ini ada tanaman baru tanpa PKS ya harus dibongkar, “tegas Wawan.

Lebih jauh ia menegaskan, bahwa untuk petak 25c, diakui memang ada tanaman tebu baru. Namun, itu sudah ada upaya pencegahan.

Yakni mulai dari pemasangan papan larangan penanaman tebu baru, kemudian dilanjut aksi pembongkaran tanaman tebu baru bersama TNI Polri.

Terbukti, ada 4 orang yang nekat menanam tebu baru yang lantas dibawa ke Polsek setempat untuk membuat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya.

“Sekaligus dilaporkan ke CDK (Cabang Dinas Kehutanan) karena terindikasi KHDPK, secara teretorial pengelolaan masih tanggung jawab Perum Perhutani, sebab secara administrasi belum ada pelepasan atau pengesahan dari KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan), “ujarnya.

Ditegaskan, bahwa jajaran pejabat setempat KRPH, Asper BKPH sudah berkoordinasi dengan KPH Jombang aktif memberikan sosialisasi kepada  pesanggem atau penggarap untuk alih komodite, karena tebu belum ada perjanjian kerja sama (PKS).

“Kita lihat dilokasi yang dimaksud dalam aduan dimana sudah ditanam sekitar 50 bibit buah, ada alpukat, petai, sebagai tanaman pengganti, “jelasnya.

Perhutani selalu terbuka untuk semua pihak dengan tetap berpegang pada aturan yang berlaku. “Kita terimakasih pada semua pihak yang telah memberikan masukan, kritik dan saran sehingga Perhutani tambah berkibar, “pungkas Wawan.

Pada sidak lokasi itu, nampak hadir Kepala seksi Perlindungan Hutan di dampingi Wakil Administratur Wilayah Timur KPH Jombang, Asisten Perhutani (Asper) BKPH Gedangan, Polhutmob, KRPH Gedangan beserta jajaran, serta TPM (Tenaga Pendamping Masyarakat) dan sejumlah awak media. (01/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *