Example floating
Example floating
Laporan Utama

Megah Mendung Proyek SR Jombang (4): Minimal, Kerugian Semen Tembus Rp 743 Juta

0
×

Megah Mendung Proyek SR Jombang (4): Minimal, Kerugian Semen Tembus Rp 743 Juta

Sebarkan artikel ini

JOMBANG   –   Itu, ujar Sumber, jika seluruh material semen yang digunakan dalam proyek sekolah rakyat Jombang adalah semen Singa Merah. Itu angka minimal. Tepatnya, jika per kilogram semen Singa Merah lebih murah 300 rupiah dari Semen Gresik.

Itu pun, sambungnya, jika total volume bangunan sekolah rakyat Jombang adalah 26.179,04 meter persegi atau setara 2,6 hektar. Masalahnya, angka ini belum pernah dibantah atau diluruskan oleh pihak pelaksana.

Bahkan release terbaru pihak pelaksana menyebutkan, bahwa nilai kontrak proyek sekolah rakyat Jombang tidak akan muncul kecuali proyek sudah 100 persen diselesaikan. Itu terjadi, klaimnya, karena kebutuhan lapangan terus dinamis dan tidak sepenuhnya bisa dikontrol.

Kondisi seperti itu, respon Sumber, memang dimungkinkan terjadi. Cantolannya adalah Perpres 16/2018 dan Perpres perubahan 12/2021. Pasal 27 menegaskan nilai kontrak proyek fisik boleh dilakukan diakhir pekerjaan. Kondisi itu disebut kontrak harga satuan.

Kontrak ini mencakup persyaratan antaralain: (1) volume atau kuantitas pekerjaan masih bersifat perkiraan pada saat kontrak ditandatangani, (2) pembayaran berdasarkan hasil pengukuran bersama atau realisasi volume pekerjaan, (3) nilai akhir kontrak ditetapkan setelah seluruh pekejaan diselesaikan.

Masalahnya, lanjut Sumber, pada regulasi yang lebih tehnis yaitu Peraturan LKPP Nomer 12 Tahun 2021 tepatnya pada lampiran I subbab 2.3.2.1 huruf a angka 2, kontrak harga satuan boleh dilakukan jika volume pekerjaan tidak dapat ditetapkan karena sifat/karakteristik, kesulitan, dan resiko pekerjaan.

Salah satu pekerjaan yang cocok dengan situasi tersebut, kata LKPP, adalah pengadaan jasa boga pada lembaga pemasyarakatan. “Lantas, situasi itu apa terjadi pada proyek sekolah rakyat Jombang? “nadanya bertanya.

Ia mengaku tidak sepakat kalau proyek sekolah rakyat Jombang tidak bisa ditentukan volumenya. Salah satu alasannya, karena Kemensos sendiri sudah menerbitkan prototipe dengan total volume 26.179,04 meter persegi.

Nah, jika volume prototipe itu fix dan benar, tegasnya, maka proyek sekolah rakyat Jombang butuh semen sebanyak 2.478.920 kilogram. “Jika per kilogram semen selisih 300 rupiah, maka dugaan kerugian negara tembus Rp 743.676.000,”tegasnya.

Ada apa dengan semen Singa Merah? Berdasarkan hasil uji laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Industri, Balai Besar Bahan dan Barang Tehnik Kementerian Industri tahun 2000, diketahui, berat jenis semen Singa Merah 3,01 ton/m3. Padahal standar Kementerian PUPR 3,15 ton/m3.

Uji lab yang melibatkan rekomendasi KAN (Komite Akreditasi Nasional) itu menelurkan 3 dokumen. Yakni dokumen Laporan Pengujian, dokumen Hasil Uji Kimia dan dokumen Hasil Uji Fisika. Pada dokumen terakhir, berat jenis semen Singa Merah diketahui.

Label akreditasi terbitan KAN mengantongi pengakun internasional sehingga memberikn jaminan reputasi. Untuk menerbitkan label akreditasi, KAN menggandeng lembaga internasional seperti ILAC (Internasional Laboratory Accreditation Corporation) dan IAF (Internasional Accreditation Forum).

Lantas, semen apa yang digunakan dalam proyek pembangunan sekolah rakyat Jombang? Meski lokasi proyek ditutup rapat dan dijaga ketat petugas keamanan, Koran-K.com akan menguaknya untuk publik Jombang. (din)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *